You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Program Normalisasi Bantu Tekan Volume Sampah Pasca Banjir Kiriman
photo Doc - Beritajakarta.id

Volume Sampah Pasca Banjir Kiriman Menurun

Volume sampah pasca banjir kiriman pada sejumlah lokasi di Kampung Pulo dan Bidara Cina, mengalami penurunan jika dibanding tahun lalu.

Salah satu faktornya, karena dulu rumah banyak di bantaran kali

Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jatinegara, Esron Tarihoran mengatakan, penurunan volume sampah itu karena adanya proyek normalisasi dan pemasangan sheet pile di Kali Ciliwung.

"Perhitungan kasarnya bisa tiga ton. Kalau tahun lalu, sebelum dipasang sheet pile, sampai benar-benar tuntas kita pakai tiga sampai empat mobil per hari atau sekitar 120 ton sampah," kata Esron, Selasa (17/11).

Normalisasi Ciliwung Rampung, Bantaran Kali Bakal Aman

Esron menambahkan, relokasi warga bantaran Kali Ciliwung ke rumah susun (Rusun) sangat membantu volume sampah di permukaan air.

"Salah satu faktornya, karena dulu rumah banyak di bantaran kali, sekarang sudah ada normalisasi banyak membantu," ucap Esron.

Jika Kali Ciliwung kembali meluap, sambung Esron, pihaknya akan menyiagakan tiga unit armada pengangkut sampah berukuran sedang untuk mengantisipasi timbunan sampah seketika.

"Kita siagakan satu mobil kijang, satu ranger, dan satu  gerobak motor, ditambah dengan crew penyapuan," tandas Esron.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6909 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5681 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3592 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2133 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1897 personAnita Karyati